Kamis, 14 April 2016

Untukmu Para Pejuang Tangguh

"Untukmu para pejuang tangguh, akan ada pelangi yang menyambut setelah badai berlalu"

Mungkin kata tersebut yang mampu membuat para pejuang untuk tetap bertahan, tetap berjuang, tapi kadang juga ada bahkan banyak yang mencibirnya karna kalimat terebut hanyalah rumus dan kalimat belaka tanpa ada bukti yang kuat. Terlalu muluk-muluk untuk dijadikan prinsip. Terlalu mainstream jika kita ucapkan, kepada yang lain, karna diri kita tak 100% bisa meyakinkannya untuk diri kita sendiri ketika badai sedang menghadang. Tapi begitu memberi motivasi kepada yang lain sangatlah bersemangat, begitu meyakinkan.Ya itulah manusia yang istilahnya dengan sejuta perkara. Yang terlahir dan terdidik dengan latar belakang, lingkungan & pola pikir yang berbeda pula. Sejatinya, dan perlu kita sadari bahwa manusia diciptakan untuk saling tolong menolong, membantu, mengingatkan, dan menguatkan antara satu dengan yang lainnya.

Musibah, Cobaan, Badai, takdir semua pemberian Illahi Robbi. Manusia hanya mampu menerima, menerima tersebut harus dalam tanda kutip, menerima dengan sabar, ikhlas, legowo, tapi juga disertai dengan ikhtiar berusaha, berdo'a. Karena, semua pemberian Allah dan Allahlah yang akan mengambilnya. Bukan hanya nikmat saja, tetapi juga musibah, semua milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Karena pada dasarnya semua yang datang akan juga berpulang kepadanya.

Manusia dilahirkan dengan sejuta perkara... Jarene Bondan Prakoso (hehe.. 😁😂). Dilahirkan dengan seribu latar belakang yang berbeda pula. Sehingga dalam menghadapi masalah pun juga berbeda pula. Kadang kesedihan yang datang sama persis dengan kejadian yang berlalu sebelumnya, bahkan kadang pula tak kunjung usai. Terlalu menyedihkan yaa ternyata. Apakah ini yang namanya takdir??? Begitulah kita berfikir ketika telah sampai pada pemikiran buntu. Tidakkah semua kesedihan hanya diusaikan dengan pemikiran, tidak!! tidak!!! Sekali lagi tidak. Kita punya hati, disitulah Rabb kita bersemayam. Dekatnya begitu dekat, sedekat nadi. Dia Maha Mendengar apa yang manusia teriakkan, apa yang kita ucapkan, hingga apa yang jadi bisikan hati kita, Rabbpun kan mendengarkannya. Dia memberikan pertolongan tidaklah lambat, tidaklah cepat, melainkan dalam waktu yang tepat.

Badai kan berlalu sayang!!! Ingatlah ketika langit berawan dan cerah, tiba-tiba awan berarak menyelimuti, angin berhembus bak secepat cahaya dengan paket berupa foton-fotonnya, air turun dari atap langit bagai air bah yang menghantam. Kilat datang dan disusul petir menggelegar dengan seramnya? Semuanya kan tergantikan dengan langit yang sumringah dengan birunya, mentari dengan senyumnya yang kan menyinari bumi, disambut dengan ayam berkokok, rumput yang menghijau dengan embun yang setia menemaninya disetiap penghujung pagi, pohon tumbuh dengan gagahnya dengan buah-buah yang ranum siap dipanen, aneka bunga bermekaran dengan dihiasi kupu-kupu berterbangan bak bocah yang bermain kegirangan. Seperti halnya badai, Musibah, cobaan, kesedihan, kepedihan dan air mata. Tunggu saja semua itu juga akan berlalu kok, hanya bagaimana kita menyikapinya. Bagaimana kesabaran kita menghadapinya. Tetaplah dengan kesabaran dan berdo'a. Sekali lagi itu hanya sementara sayang!!! Tak kan abadi. Yang abadi itu hanyalah cintamu & cintaku kepada Illahi Robbi.( cieee... ☺😊)

Saat semua buntu, Ingatlah saat perjanjian ketika engkau berada dialam ruh. Bahwasanya jika Engkau menyanggupi perjanjian antara kau dan Robb, maka Engkau akan
diturunkan kedunia dengan segala ujian dan cobaan. Bilamana engkau sanggup dan istilahnya lolos dari ujian dan cobaan tersebut maka engkaupun kan dinaikkan derajatnya oleh Allah, Mulia diantara manusia yang lainnya. Dan bila mana engkau tak menyanggupi maka, engkaupun tak kan lahir didunia. Percayalah... Engkau yang tlah lahir didunia adalah kholifah pilihan Allah. Dan Engkaupun benar-benar dipercaya Rabb bahwa Engkau Sanggup menjalani setiap Musibah, cobaan, kesedihan, kepedihan dan air mata.

Berjuang dalam kesendirian, tanpa teman rasanya begitu melelahkan apalagi semua tak kunjung usai. Ingin rasanya berhenti sejenak dari semua yang berlalu lalang dalam hidup. Seandainya berhenti, semua kan berakhir begitu saja. Padahal kita tak pernah tau batas dari perjuangan yang kita lalui sekarang. Bagaimana jika perjuangan kita telah mencapai titik akhir?? Bayangkan saja betapa sia-sia perjuangan yang kita lalukan. Ingat!!! Jangan pernah berhenti sampai disini. Kebahagiaan itu sudah berada didepan mata sayang! Seka saja air matamu dengan telapak tanganmu, sambut kebahagiaan itu. Kebahagiaan itu telah lama menunggumu, akankah kau sia-siakan begitu saja? Jika engkau menyia-nyakan kebahagiaan itu, suatu saat engkau tak akan pernah lagi menemukannya kebahagiaan lagi. Karena yang ada hanyalah air mata kesedihan yang terus menemani. Jika engkau memperjuangkan kebahagiaan, maka kebahagiaan kan menemanimu pula.

Rapuh, tak mampu berdiri lagi rasanya. Siapa yang kan jadi sandaran perjuanganku saat ini? Tenang sayang, masih banyak tembok yang kokoh tuk bersandar. Jikalau tembok telah runtuh, lari saja kehutan disitu banyak kau temukan pepohonan dengan kekuatan yang dihembuskan Robb yang dapat kau jadikan sandaran. Bagaimana jika pohon itu telah tumbang karna badai yang menghantam? Bumi Allah itu luas sayang!!! Dan kamu hidup sebelum bumi digulung. Kamu masih bisa bersujud diantara butiran debu. Meski engkau bersujud & berdo'a ditanah sekalipun, do'amu tetap didengar penghuni langit, penguasa singgasana alam semesta.

Sandarkan semua harapan pada Robb penguasa semesta Raya. Jadikan Ia teman yang baik disepanjang nafas kehidupan. Ambillah hikmah dalam setiap bait irama kejadian dan jadikan pelajaran dan pengajaran yang lebih baik untuk hari esok. Semoga Semesta selalu meridhoi dan menemani disetiap langkah lika-liku perjalanan kehidupanmu.

Kebahagiaan itu mungkin hanya sementara, namun akan membuatmu terasa berbeda.
Jangan pernah menyerah, meski engkau dianggap remeh.
Putus asa itu mudah!!! Namun Aku takkan membiarkanmu putus asa.

Selamat berjuang!!! semesta meridhoi.
Tuk menggapai kebahagiaan yang abadi, alam akherat nanti.

posted from Bloggeroid